03/05/14

Anggota Diserang Ormas Islam, FLI Gelar Aksi Damai

 DSC_6540

Gunungkidulpost.com - Wonosari – Forum Lintas Iman (FLI) Gunungkidul menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Gunungkidul, Sabtu (3/5/2015).
Ketua Lakesdam NU cabang Gunungkidul Muhammaf Thontowi mengatakan, aksi yang dilakukan ini menindaklanjuti adanya bentuk kekerasan yang dilakukan ormas keagamaan terhadap anggota FLI Amz (37), Jum’at (2/5/2014) kemarin.
“Masyarakat Gunungkidul terusik dengan insiden pengerusakan mobil koordinator FLI (Amz). Perbuatan itu (kekerasan) merusak tatanan kehidupan kerukunan lintas umat beragama,” kata Thontowi dalam orasinya.
Dalam aksi ini diikuti berbagai elemen antaralain Jaringan Pluralisme Gunungkidul, Kaum Muda Katolik Gunungkidul, Gerakan Muda Kristen, Parisadha Hindu Darma, Peradah Budha, GP Anshor, Banser NU, Tokoh Lintas Agama Gunungkidul, Karag. Untuk diketahui sebelumnya, mobil Amz dirusak  kelompok ormas islam saat melintas di depan kantor DPRD Gunungkidul kemarin sore. (Tama)


Berbagai Elemen Masyarakat Kecam Oknum Ormas Islam


Berbagai Elemen Masyarakat Kecam Oknum Ormas Islam  
Aksi di depan gedung DPRD Gunungkidul

Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi damai dengan tema "Mengutuk Kekerasan Berbasis Agama" di depan Alun-alun Pemkab Gunungkidul, Sabtu (03/05/2014). Aksi tersebut merupakan buntut kejadian pengrusakan mobil dan intimidasi terhadap Koordinator Forum Lintas Iman (FLI), AA yang dilakukan oknum dari ormas Islam kemarin sore.

Elemen masyarakat dalam aksi ini meliputi Jaringan Pluralisme Gunungkidul, Kaum Muda Katholik Gunungkidul, Gerakan Muda Kristen RI (Gamki), Parisadha Hindhu Dharma, Paradha Budha, GP Ansor, Banser NU, IPPNU, Mahasiswa Gunungkidul, Tokoh lintas Agama Gunungkidul, Paguyuban Wartawan, Karag, Mahasiswa, Tokoh Agama, Gerakan Setia Nusantara (GSN) DIY dan PCNU Gunungkidul.

Pada aksi damai tersebut, mereka menuntut agar pihak kepolisian menangkap pelaku pengrusakan mobil koordinator FLI Gunungkidul juga meminta agar bupati dan wakil bupati Gunungkidul tak tinggal diam atas tindakan yang dianggap meresahkan kerukunan lintas agama tersebut.

"Hak kebebasan beragama juga dijamin dalam pasal 29 Ayat (2) UUD 1945 menyatakan Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing untuk beribadat. Hal yang terjadi kemarin sudah jelas melanggar hukum, jadi kami minta pihak kepolisian bertindak tegas," ucap Rino Caroko salah satu koordinator LSM di Gunungkidul.

Salah Satu Ormas Islam Rusak Mobil Aktivis FLI

Salah Satu Ormas Islam Rusak Mobil Aktivis FLI  
Mobil korban penyok
Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Mobil milik seorang aktivis Forum Lintas Iman (FLI) dirusak sekelompok Ormas Islam saat berhenti di lampu merah depan Gedung DPRD Gunungkidul, Jumat (02/05/2014). Kronologi berawal  saat Az (37) pemilik mobil warna orange melintas dan berhenti saat lampu menyala merah.
Di waktu yang bersamaan segerombolan Ormas Islam sedang memasang spanduk. Tetapi tiba-tiba beberapa orang dari Ormas Islam tersebut menghampiri Az (37) dan dirinya dipaksa untuk keluar dari mobil.
“Beberapa Ormas Islam langsung memaki-maki saya. Bahkan ada yang naik di kap depan mobil saya. Padahal saya hanya kepasan lewat dan  menonton spanduk apa yang dipasang tersebut,” katanya.
Menyadari keadaan itu dia langsung menuju ke Polres Gunungkidul untuk meminta perlindungan. Tidak berselang lama Ormas Islam tersebut menyusul ke Polres Gunungkidul. Sempat ada insiden dorongan dari gerombolan Ormas Islam.
Beruntung ada petugas kepolisian yang segera melerai dan membawa Az ke ruang SPKT.
Terpisah, Abdurahman salah satu anggota Ormas Islam mengaku, pihaknya merasa tidak nyaman dengan statemen Az di salah satu media online juga di jejaring sosial.
”Maksudnya apa statemen yang seperti itu, kata-katanya sangat provokatif. Dan kita minta klarifikasi dengan yang bersangkutan,” ucapnya.

Mobil Anggota FLI Gunungkidul Dirusak

WONOSARI, kabarahandayani.com – Pengurus Forum Lintas Iman Gunungkidul Aminudin Aziz mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari anggota ormas keagamaan saat melintas di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul, Jumat (2/4/2014).
“Ketika saya melintas saya langsung ditanya oleh sekelompok orang yang sedang memasang spanduk, ada beberapa orang saya kenal, saya tidak tahu apa kesalahan saya,” ungkap Aziz.
Aziz mengaku perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan ormas tersebut terkait dengan statemennya di salah satu media. Untuk mendapat perlindungan Aziz kemudian mendatangi Polres Gunungkidul.
“Saya sempat berebut kunci dan ada aksi saling dorong dengan beberapa anggota ormas tersebut, bahkan mobil saya juga rusak akibat dinaiki beberapa orang pada kap depan,” tambah Aziz.
Hingga saat ini Aziz mengaku belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Penulis: Juju. Editor: Jjwidiasta.

http://kabarhandayani.com/mobil-anggota-fli-gunungkidul-dirusak/ 

Anggota FLI Diserang Ormas Islam

 IMG_20140502_204605

Gunungkidulpost.com –Wonosari- Anggota Forum Lintas Iman (FLI) Gunungkidul Amz (37) diserang oleh salah satu ormas Islam di depan kantor DPRD Gunungkidul, Jum’at (2/5/2014). Mobil Amz dirusak dan ia juga sempat mendapatkan perlakuan kasar dari para anggota ormas islam.
Peristiwa tersebut bermula ketika Amz melintas di depan kantor DPRD Gunungkidul sementara ormas Islam sedang menempel spanduk dan poster. Spanduk tersebut berisi penolakan kegiatan paskah adiyuswa seJawa-Bali di Puslatpur Rindam IV Diponegoro Paliyan yang diadakan oleh Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wonosari.
Saat itu tiba-tiba salah seorang anggota ormas, Abdurahman mendatangi Amz dan menanyakan bahwa dia anggota FLI atau bukan. Amz pun menjawab bahwa dirinya merupakan anggota FLI. Sontak langsung anggota ormas Islam  berusaha memukul Amz yang ada di dalam mobil.
“Saya berhasil menghindar, tapi mobil saya (VW Kodok) bagian kap depan diinjak-injak hingga rusak,” kata Amz kepada wartawan, tadi.
Beruntung, trafiglight depan kantor DPRD Gunungkidul menyala hijau. Amz kemudian dapat menyelamatkan diri dari serangan para ormas Islam tersebut. Amz kemudian mendatangi Polres Gunungkidul untuk melapor kejadian tersebut.
Tetapi belum sempat melapor rombongan ormas Islam mengejar Amz di Polres Gunungkidul. Bahkan di Polres Gunungkidul juga sempat terjadi ketegangan. Amz kembali dihujat dan beberapa kali mendapatkan perlakuan kasar. “Pelipis saya juga lecet terkena tangan, tapi tidak apa-apa,” pungkas Amz. (Tama)