28/10/13

Pengadaan Mobil Camry Bupati Tuai Hujan Kritik


Pengadaan Mobil Camry Bupati Tuai Hujan Kritik
Mobil seperti ini lho yang nanti jadi Mobdin Bupati Gunungkidul
Wonosari, (sorotgunungkidul.com)--Rencana Pemkab Gunungkidul untuk membelikan mobil dinas baru untuk Bupati Gunungkidul mendapat kritikan dari berbagai lapisan masyarakat dan LSM, mereka berharap agar pengadaan mobil tersebut ditunda dan Pemkab lebih memprioritaskan kepentingan masyarakat terlebih dahulu.
Salah satu LSM Lembaga Kajian dan Studi Sosial (LKDS) melalui direkturnya  Aminudin Aziz berharap agar pengadaan mobil Toyota Camry yang tergolong sebagai mobil mewah tersebut ditunda dan Pemkab lebih memperhatikan kebutuhan  masyarakat Gunungkidul.
“Ya sebaiknya ditunda dulu, apalagi sekarang kan musim kemarau dan masyarakat di pinggiran kota sangat membutuhkan air, kalau disaat seperti ini Pemkab masih menganggarkan mobil dinas Bupati, kesannya tidak ada kepekaan Pemkab terhadap permasalahan masyarakat kecil” katanya Senin (23/09/2013).
Sementara itu Ketua RT 02, Bansari, Kepek, Wonosari  Wahyu Widodo mengaku kecewa atas kebijakan Pemkab untuk pengadaan mobil dinas tersebut, menurutnya masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan Pemkab dan bukan saatnya untuk membeli mobil dinas baru disaat mobil dinas lama masih sangat bisa digunakan.
“Daripada untuk membeli mobil dinas mewah lebih baik untuk mengentaskan kemiskinan, di daerah saya saja  masih ada 7 KK dari 26 KK yang tergolong KK miskin masak Pemkab malah membeli mobil dinas baru saat masih punya mobil dinas lainnya yang masih layak ?” jelas Wahyu.
Sedangkan Kepala Desa Kepek, Wonosari  Bambang Setyawan BS mengatakan bahwa hendaknya Pemkab Gunungkidul mempertimbangkan kembali rencana pengadaan mobil dinas tersebut. “Kalau mobil dinas Bupati masih layak, kenapa musti diganti ? Kalau mobil camat memang sudah layak untuk diganti karena usianya yang lebih dari 10 tahun,” katanya.
 

PGRI Harus Dampingi Guru Korban Penganiayaan

PGRI Harus Dampingi Guru Korban Penganiayaan
Slamet S.Pd MM dan Aminuddin Azis
Wonosari, (sorotgunungkidul.com)--Kasus dugaan penganiayaan oknum pendidik kepada siswanya di SMPN 3 Patuk beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Ternyata tak hanya Dony Rahmat Triyanto (13) warga Baran, Salam, Patuk yang juga murid di SMP tersebut terluka. Belakangan diketahui Hartoyo, oknum guru yang saat ini diamankan aparat kepolisian juga sempat dihakimi sekitar 25 warga Baran, Salam, Patuk yang tidak terima salah satu siswa dipukul gurunya. Bahkan berdasarkan pengakuan Siti Nuryanti, S.Pd, M.Pd, Kepala SMPN 3 Patuk, tindakan penganiayaan yang dilakukan warga terhadap anak buahnya kurang manusiawi. Hartoyo dipukuli warga didepan murid-muridnya saat yang bersangkutan tengah mengajar siswa hingga babak belur.
Hal ini membuat Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Slamet, S.Pd, MM angkat bicara. Menurutnya PGRI Gunungkidul harus memberikan pendampingan hukum  kepada Hartoyo, oknum guru yang disangka memukul salah satu muridnya karena jengkel diejek selama menjalani proses hukum.
"Karena akibat kelalaiannya itu dia juga dihakimi massa di depan siswanya, ini suatu preseden buruk bagi dunia pendidikan kita. Akibat kejadian itu jelas dampaknya tidak akan ada lagi guru yang bersikap tegas kepada muridnya dan cenderung akan mengalah karena demi rasa aman," katanya, Selasa (17/09/2013).
Untuk itu mestinya peristiwa penganiayaan itu juga harus diproses hukum, jangan dibiarkan berlalu begitu saja, jangan sampai ke depan itu menjadi tradisi. Fungsi komite sekolah harus berjalan dengan baik.
Selain itu bagi seluruh pendidik untuk mengembalikan citra guru yang sempat rusak oleh tindakan salah satu oknum harus dapat dipulihkan. "Caranya dengan meningkatkan keunggulan mengajar, menjalin hubungan yang harmonis dengan peserta didik, dan memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesi serta pihak lain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional," pungkasnya.

Sementara itu Aminuddin Azis, Direktur LKDS (Lembaga Kajian dan Studi Sosial) menyarankan agar dilakukan mediasi, bisa dilakukan oleh dinas pendidikan, polisi maupun Pemkab Gunungkidul. Tidak usah sampai ke pengadilan karena menurutnya semua sama-sama bersalah.

"Kalau sampai ada kasus guru dihajar didepan kelas, dinas pendidikan harus mengambil sikap tegas, guru yang menganiaya murid juga salah,tapi tindakan main hakim sendiri juga tidak benar. Apalagi di depan kelas, itu juga tidak bisa dibiarkan. Kalau dibiarkan, berarti dinas pendidikan gagal melindungi anak buahnya," tegasnya.
 

Forum Lintas Iman Gunungkidul Gelar Syawalan

Sejumlah tokoh dari berbagai agama bersatu memimpin doa bergantian dalam acara syawalan kebangsaan dan refleksi HUT Kemerdekaan RI ke 68 di Taman Kota Wonosari. (JIBI/Harian Jogja/Ujang Hasanudin) 
Sejumlah tokoh dari berbagai agama bersatu memimpin doa bergantian dalam acara syawalan kebangsaan dan refleksi HUT Kemerdekaan RI ke 68 di Taman Kota Wonosari. (JIBI/Harian Jogja/Ujang Hasanudin)

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Ratusan orang dari latar belakang agama yang berbeda berkumpul bersama halal bihalal (Syawalan) kebangsaan sekaligus refleksi HUT kemerdekaan RI 68 di halaman Taman Kota Wonosari, Jumat (30/8) malam lalu.
Syawalan kebangsaan dan refleksi HUT RI ke 68 yang digerakan oleh Forum Lintas Iman (FLI) Gunungkidul ini juga menghadirkan pembicara pelaku sejarah bangsa Sukarno dari Legium Veteran Republik Indonesia.
Ketua FLI Aminuddin Azis mengatakan, acara syawalan rutin digelar setiap tahun menghadirkan tokoh agama dari muslim, Hindu, Budha, Kristen, Katolik dan aliran kepercayaan lainnya.
Acara tersebut sebagai upaya untuk menjaga persatuan dan kebersamaan khususnya warga di Gunungkidul dan umumnya warga seluruh Indonesia. “Keyakinan yang dianut satu agama tidak harus menjelakan agama lain hanya karena perbedaan,” kata dia.
FLI selama ini secara rutin mengkampanyekan saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain meskipun beda agama.
Acara syawalan ini juga diisi Macopat oleh Romo Lukas Heri Purnawan dari Gereja Katolik Wonosari, hikmah syawalan oleh Haji Ariyanto Purbo Prasetyo dari Pondok Pesantren Darul Quran. Dan diakhiri doa bersama yang dipimpin oleh masing-masing tohok agama.

http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/01/forum-lintas-iman-gunungkidul-gelar-syawalan-443165

02/09/13

FLI Gelar Syawalan Kebangsaan dan Refleksi Kemerdekaan


FLI Gelar Syawalan Kebangsaan dan Refleksi Kemerdekaan
Syawalan kebangsaan
Wonosari,(sorotgunungkidul.com)-- Forum Lintas Iman (FLI) Kabupaten Gunungkidul dengan menggandeng Koran Online sorotgunungkidul.com menggelar acara dengan tajuk " Syawalan Kebangsaan dan Refleksi Kemerdekaan" di Kompleks Taman Kota Wonosari, Jumat (29/08/2013) malam.
Acara yang dihadiri oleh beberapa elemen masyarakat, mahasiswa, perwakilan dari organisasi keagamaan, beberapa pejabat publik dan LSM ini mendapat antusias dari hadirin.
Acara diawali oleh penampilan Grup Band Kidung Harmoni  dilanjutkan dengan Hikmah Syawalan yang dibawakan oleh H Ariyanto Purwo  yang merupakan ustadz dari Pondok Pesantren Darul Quran. Dalam khotbahnya Ariyanto Purwo mengatakan harapanya agar Gunungkidul bisa menjadi Kabupaten dengan masyarakat yang bisa menghargai pluralitas sehingga mewujudkan kedamaian dan menjalankan keyakinan tanpa harus menggangu keyakinan orang lain.
"Saya berharap Gunungkidul dapat menjafi Kabupaten dengan keragaman budaya yang damai dan bisa menghargai keyakinan orang lain" katanya.
Setelah Hikmah Syawalan, acara dilanjutkan dengan Sarasehan Refleksi Kemerdekaan yang dibawakan oleh Sukarno, seorang veteran pejuang kemerdekaan dengan memberikan cerita dan membangkitkan rasa nasionalisme para hadirin dan mengingatkan kembali nilai-nilai kemerdekaan.
Di penghujung acara, Koordinator acara Aminudin Aziz bersama 5 pemuka agama memimpin doa bersama yang diikuti para tamu dan hadirin.
Perlu diketahui dalam kegiatan ini, seluruh pemuka agama, elemen masyarakat dan semua yang hadir datang dengan kesadaran hati tanpa mendapat uang transport, bahkan masing-masing pemuka agama membawa massanya masing-masing untuk turut berdoa bersama sesuai keyakinanya.
Aminudin Azis yang juga anggota FLI mengatakan, acara tersebut dimaksudkan untuk memupuk tali persaudaraan antar umat beragama sekaligus sebagai ajang untuk merefleksikan kembali makna nilai-nilai kemerdekaan.
"Kegiatan ini untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama, dan mengingat kembali makna nilai-nilai kemerdekaan" katanya.
Sementara Direktur Utama Media Online lokal sorotgunungkidul.com dan sorotjogja.com Danang Ardianta mengucapkan banyak terimakasih atas semua pihak yang membantu terselenggaranya acara pada malam ini.
"Saya mengucapkan selamat kepada teman-teman FLI yang sudah membuat acara luar biasa dengan menghadirkan kemasan acara yang sederhana tetapi penuh makna kebhinekaan dan sarat akan nilai-nilai nasionalisme" katanya.
Ia juga mengungkapkan harapanya agar acara-acara semacam ini bisa berlangsung secara kontinue dan media lokal yang yang ia gawangi siap membantu dalam penyelenggaraannya.

http://sorotgunungkidul.com/berita-gunungkidul-2573-fli-gelar-syawalan-kebangsaan-dan-refleksi-kemerdekaan.html#ixzz2j2pDEYqU


Syawalan Kebangsaan dan Refleksi Kemerdekaan akan Digelar Nanti Malam

Syawalan Kebangsaan dan Refleksi Kemerdekaan akan Digelar Nanti Malam
Sorot Gunungkidul
Wonosari,(sorotgunungkidul.com)--Forum Lintas Iman (FLI) Kabupaten Gunungkidul bekerja sama dengan koran online sorotgunungkidul.com akan menggelar acara bertajuk "Syawalan Kebangsaan dan Refleksi Kemerdekaan". Acara yang akan digelar Jumat (30/08/2013) malam nanti mengambil tempat di Taman Kota Wonosari, Jalan Baru. Menurut Koordinator acara Aminudin Azis yang juga anggota FLI, acara tersebut dimaksudkan untuk memupuk tali persaudaraan antar umat beragama sekaligus sebagai ajang untuk merefleksikan kembali makna nilai-nilai kemerdekaan.

"Acara ini bertujuan untuk memupuk rasa nasionalisme, menghargai pluralisme dan jiwa kebangsaan yang sudah diajarkan oleh para pendiri bangsa ini," katanya saat ditemui sorotgunungkidul.com disela-sela persiapan acara siang ini.

Menurut Azis, acara yang akan dimulai jam 19.30 WIB ini akan dihadiri oleh beberapa pejabat publik, tokoh masyarakat, mantan pejuang, tokoh mahasiswa dan LSM,  perwakilan dari organisasi keagamaan, tokoh-tokoh agama dan kepercayaan serta masyarakat. "Kami sediakan angkringan untuk acara nanti malam. Jadi siapa yang mau datang kami persilahkan," pungkas Azis.

Sementara itu mantan aktivis Mahasiswa 98 yang sekarang mengelola koran online sorotgunungkidul.com dan sorotjogja.com, Danang Ardianta menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh FLI tersebut.

Menurut Danang, acara ini merupakan acara yang sangat bagus dan wajib untuk disupport sepenuhnya oleh siapapun yang mempunyai kesadaran untuk berbangsa dan bernegara dengan baik. Ditengah-tengah lunturnya nilai-nilai nasionalisme, dan jiwa-jiwa patriotisme yang diwariskan oleh para pahlawan terdahulu dan para founding fathers, FLI mampu mengambilnya dan melakukan kegiatan yang cukup berarti bagi masyarakat dan bangsa.

"Saya berharap dengan acara ini akan kembali ditegakkan keempat pilar berbangsa dan bernegara yaitu, Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI dalam lingkup Kabupaten Gunungkidul," kata alumnus Filsafat UGM tersebut.